Rabu, 11 Agustus 2010

tauladan

”Tuhanku. Jika aku menyembahMu karena takut pada api neraka, maka masukkan aku di dalamnya! Dan jika aku menyembahMu karena tamak kepada surgaMu, maka haramkanlah aku daripadanya! Tetapi jika aku menyembahMu karena kecintaanku kepadaMu, maka berilah aku kesempatan untuk melihat wajahMu yang Maha Besar dan Maha Mulia itu.”(doa rabiah al adawiyah) sesiapa yang banyak mengetahi tentangnya,tolong di share ke saya yaah... apakah itu benar doa milik rabiah? biografi rabiah?tolong di share yaah... tapi terlepas dari itu semua... Rasulullah shalallahu alaihi wasallam mengajarkan kepada umatnya perkara-perkara yang diperintahkan oleh Allah dan mempraktekkannya agar umat dapat mengamalkannya.... dan Rasulullah pun mengharap surga dan takut neraka... ''Ya Allah,sesungguhnya aku berlindung kepadaMU dari siksaan kubur,siksa neraka jahanam,fitnah kehidupan dan setelah mati ,serta dari kejahatan fitnah Al masih Dajjal (HR.Bukhari-Muslim) maka cukuplah ini sebagai penutup: ""Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suatu tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang-orang yang mengharapkan rahmat Allah dan keselamatan di hari kiamat dan banyak mengingat Allah(Qs.Al-Ahzab:21) ""Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suatu tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang-orang yang mengharapkan rahmat Allah dan keselamatan di hari kiamat dan banyak mengingat Allah(Qs.Al-Ahzab:21) daaaaaaaaaaaaaaannnn ""Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suatu tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang-orang yang mengharapkan rahmat Allah dan keselamatan di hari kiamat dan banyak mengingat Allah(Qs.Al-Ahzab:21) wallahul mustaan

Kamis, 06 Mei 2010

Allahul musta'an

Ibnul Qoyyim alJauziyah-rohimahullah-berkata: Seorang hamba tidak boleh memiliki suatu pandangan yang bertentangan dengan kputusan Allah, atau memilih sesuatu yg tidak Allah pilihkan baginya.. Serta memohonNya sesuatu yg tdk diktahuinya..karna barangkali disitulah kecelakaan dan kebinasaannya,sementara ia tidak mengetahuinya. Sehingga jangnlah ia memilih sesuatu mendahului pilihanNya. Bahkan semestinya ia memohon kepadaNya pilihanNya yang baik untuk dirinya,serta memohon padaNya agar dijadikan ridha dengan pilihanNya. Asaa an takrohu syaian wa huwa khoiro lakum,wa asaa an tuhibbu syaian wa huwa syarro lakum..Allahu ya'lam wa antum la ta'lamuun. Albaqarah:216 >Bahwa bila hamba menyeRahkan sgala urusannya kepada Robbnya serta ridho dengan apa yg Allah subhanahu wa ta'ala pilihkan untk dirinya, Allah subhanahu wa ta'alapun akan mngrimkan bantuan kpadanya untk mlakukan apa yg Allah subhanahu wa ta'ala pilihkan,brupa kekuatan, tekad serta kesabaran. Juga Allah subhanahu wa ta'ala akan palingkn darinya segala yg memalingkanya darinya. >ketika seorang hamba tepat dalam mnyerahkan urusan kepad Allah dan ridhoNya kpadanya,ia akan diapit kelembutan-Nya dan kasihsayang-Nya dalam menjalani taqdir ini..kasihsayangNya mlindungi dari apa yg ia khawatirkan, dan kelathifan-Nya mmbuatnya merasa ringan dalam menjalani taqdir-Nya..

Jumat, 30 April 2010

Tidaklah

Biarkan hari-hari wujudkan kehendaknya. . . . Tapi.. Baguskan hati ketika sang takdir jatuhkan keputusannya. . . Jangan panik dgn kelamnya bencana. . . Karena bencana dunia tidaklah selamanya. .:( jadilah pribadi yang tegar menghadapi goncangan hidup . . . Dengan sifat pemaaf dan tepat janji sebagai pegangan hidup. . . . Tidaklah akan kekal suatu kesedihan..:'( begitu pula hal nya dengan indahnya kebahagiaan.. Tak mungkin langgeng beratnya kefakiran. . . Tidak pula hal nya dengan sebongkah kekayaan... Jika hati qona'ah tak kau punya. . . Maka apalah bedanya kau dengan pemuja dunia ??? Dan jika ajal bersua ?Tidaklah bumi dapat melindungi. . . Tidak pula langit dapat mengayomi. . . (imam syafi'i) . . . . . Jikalah derita akan menjadi masa lalu pada akhirnya.. Maka mengapa mesti di jalani dgn sepedih rasa.. Sedang ketegaran akan lebih indah dikenang nanti.. Jika kesedihan akan mnjadi masa lalu pd akhrnya.. Maka mngapa tidak di nikmati saja? Sedang ratap tangis tak kan mngubah apa2 jikalah luka n kcewa akan mnjadi masa lalu pd akhrny.. Maka mngapa mesti d biarkan mracuni jiwa..? Sedang ketabahan n ksabaran adlah lbh utama.. Jikalah kemarahan n kebencian akan mnjadi masa lalu pd akhrny.. Maka mngapa musti diumbar sepuas jiwa? Sdang mnahan diri adalah lbh brpahala.. Jikalah kesalahan akan menjadi masa lalu pada akhirny.. Maka mngapa mesti tnggelam d dlmny sdang taubat it lbh utama. Jikalah harta akan menjadi masa lalu pd akhirnya.. Maka mngapa mesti ingin dikukuhi sndri.. Sdangkan kedermawanan justru akan mlipat gandakannya.. Jikalah kpandaian akan akan menjadi masa lalu pada akhirnya.. Maka mngapa musti mmbusung dada n mmbuat krusakan d dunia? Sdang dgnnya manusia d minta mmpin agar sejahtera.. Jikalah bahagia akan menjadi masa lalu pd akhirny.. Maka mngapa musti d rasakan sndri? Sedang berbagi akan mmbuatny lbh brmakna.. Jikalah hdup akan mnjd masa lalu pd akhirnya.. Maka mngapa mesti d isi dgn kesia2an blaka.. Sdang bgtu banyak kbaikan bs d cipta.. Suatu hari nanti.. Saat smua tlah mnjadi masa lalu.. Aku ingin berada diantara mereka yg bertelekan d atas permadani..Saling bercengkerama dgn ttangganya,saling bercerita tentamg apa yg tlah dilakukannya d masa lalu..Hingga mreka mendapat anugrah it (Duhai kawan,dahulu aku mskin n mnderita namun aq ttap brusah snantiasa brsabar n brsyukur,n trnyata drita it sekejap n seujung kuku ,d banding sgala nikmat yg ku trima dsni) (wahai kawan dulu aq mmbuat dosa spenuh bumi ,namun aq brtobat n tak mngulang lg hngga maut mnghampiri .Dan trnyt ampunanNYA Sluas alam raya.,hingga skrg aq brbahagia) suatu hari .. Ktika smua tlah mnjadi masa lalu .. Aku tak ingin ada d antara mreka.. Yg brpeluh darah n brkeluh kesah:andai d masa lalu mreka menjadi tanah saja ..(duhai harta yg dlu kukumpulkan spenuh raga,ilmu yg ku kejar stinggi langit,kini hanya masa lalu yang yg tak brarti,mngapa tak ku buat mnjdi amal jariah yg dpt mnydlamatkanku kini? (duhai nestapa,kcewa,dan luka yg dlu kujalani,trnyta hany skejap saja d banding sengsara yg hruz kuarungi kini.Mngapa aku dulu tak sanggup brsabar meski hanya sdkit jua.. . . . Sudahlah hentikan air matamu Tak ada gunanya tangisan dan jeritan... Bangkitlah dan jangan mengeluhkan zaman ,Sebab keluhan hanyalah kemalasan..... Titihlah jalan dengan kemauanmu dan janganlah bertanya, bagaimana caranya. Tidak tersesat orang yang punya keinginan lagi berusaha pada suatu hari nanti, sedangkan hikmahnya yang menuntun... Sekali-kali tidak! Tidak akan gagal seseorang suatu hari nanti sedangkan niatnya itu mulia...

Rabu, 28 April 2010

ku katakan kebenaran dan aku siap bersabar. . .

http://ustadzaris.com/kukatakan-kebenaran-dan-aku-siap-bersabar Suatu ketika Syaikh Ibnu Baaz mengatakan, “Alhamdulillah sejak aku mengenal kebenaran saat aku masih muda, aku mendakwahkannya dan bersabar ketika mendapatkan gangguan karenanya. Aku tidak pernah sungkan dan basa basi jika berkaitan dengan kebenaran. Kukatakan kebenaran dan aku siap bersabar untuk itu. Jika orang yang kuajak bicara menerima kebenaran maka alhamdulillah. Jika tidak mau menerima juga alhamdulillah. Inilah jalan hidup yang kucanangkan untuk diriku sendiri terserah orang lain apakah setuju ataukah tidak. Selama aku berbuat dengan dasar ilmu, selama apa yang kuyakini berdasarkan ilmu maka tetap akan kusampaikan kebenaran meski ada orang siapa pun dia yang menyelesihiku. Untuk mereka ijtihad mereka. Allah akan memberikan dua pahala untuk mujtahid yang benar dan satu pahala jika ijtihadnya salah”. Inilah pernyataan beliau pribadi tentang dirinya. Renungkanlah perkataan beliau. Beliau komitmen dengan kebenaran dan kebenaran tidaklah diketahui kecuali dengan dalil dari al Qur’an dan sunnah. Inilah jalan yang dititi oleh Nabi kita. Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Katakanlah: “Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata” (QS Yusuf:108). Soko guru dakwah adalah ilmu. Kemudian cermatilah, beliau tidaklah menjatuhkan martabat orang yang menyelisihi beliau. Bahkan beliau berpandangan bahwa orang yang menyelisihi beliau berada dalam dua kemungkinan, mendapatkan dua pahala atau satu pahala baik benar ataupun salah. Beliau tidak akan membicarakan orangnya, melecehkannya ataupun menjatuhkannya. Bahkan orang yang menyelisihi beliau, beliau doakan agar mendapat rahmat Allah dan beliau nilai sebagai seorang mujtahid bahkan meskipun orang tersebut membicarakan diri beliau. Suatu hari beliau menyampaikan pengajian. Setelah pengajian ada orang yang mengatakan, “Sesungguhnya Syeikh fulan mengatakan bahwa engkau adalah ahli bid’ah”. Komentar Syeikh Ibnu Baz, “Beliau mujtahid. Beliau mujtahid. Silahkan dilanjutkan dengan pertanyaan berikutnya”. Demikian komentar beliau, tidak lebih dari itu. http://ustadzaris.com/kukatakan-kebenaran-dan-aku-siap-bersabar

candanya kau perempuan. . .

Bismillah.. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.. canda kaum perempuan... Urwah bin Az-Zubair radhiyallahu ‘anhuma meriwayatkan bahwa Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah bertanya kepada Rasulullah , “Wahai Rasulullah, kalau anda singgah di sebuah lembah, lalu anda melihat ada pohon yang sudah dimakan buahnya, dipohon mana akan anda tambatkan unta anda ?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Tentu dipohon yang belum dimakan buahnya”. Maksud Aisyah, tentu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih memilih dirinya, istri yang belum menikah sebelumnya. [1] ♣♣♣ ≈ ♣♣♣ Suatu hari, Imran bin Haththaan menemui istrinya yang cantik jelita. Sedangkan Imran adalah seorang lelaki yang berwajah buruk, pendek dan tidak sedap dipandang. Kala itu, istrinya sudah berdandan menyambutnya dan ketika ia memandang sang istri, semakin cantik saja dalam pandangan matanya. Tentu saja ia tidak bosan-bosan memandangi terus istrinya tersebut. Kontan saja, si istri bertanya, Istri: “Ada apa denganmu ?”. Imran: “Demi Allah, hari ini engkau tampak jelita sekali“, jawabnya. Istri: “Bergembiralah, kita akan sama-sama masuk syurga insyaAllah“, tukas sang istri. Imran: “Mengapa demikian ?”. Istri: “Ya, karena anda telah diberi karunia dengan istri sepertiku, lalu engkau bersyukur. Sementara aku sungguh menerima ujian dengan mendapatkan suami sepertimu, tapi akupun bersabar. Orang yang bersyukur dan orang yang bersabar akan sama-sama masuk syurga“. [2] TERSENYUMLAH !; Bersyukur di Balik Musibah, oleh Abu Umar Basyir ♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥ [1]. Kitab Al-Adzkia, hlm. 77 [2]. Kitab Al-Adzkia, hlm. 163

Tentang zauji...^^

كنت أمتع طرفي بوجهه.. وأروح قلبي بذكره, وحديثه.. واستر منه مالا أحب كشفه ولا أصير بقبح الفعل الى ما ينقض عهده ثم أنشد... “Aku akan menyenangkan mataku dengan memandangnya.. serta menenteramkan hatiku dengan menyebut-nyebut namanya.. dan berbincang-bincang dengannya. Aku akan menutupi bagian dirinya yang tidak ingin dia singkap.. dan aku tidak akan melakukan tindakan buruk sehingga menyebabkan keretakan hubungan.” (disebutkan Ibnul Qayyim dalam كتاب الجواب الكافي لمن سأل عن الدواء الشاف

Tentang zauji...^^

كنت أمتع طرفي بوجهه.. وأروح قلبي بذكره, وحديثه.. واستر منه مالا أحب كشفه ولا أصير بقبح الفعل الى ما ينقض عهده ثم أنشد... “Aku akan menyenangkan mataku dengan memandangnya.. serta menenteramkan hatiku dengan menyebut-nyebut namanya.. dan berbincang-bincang dengannya. Aku akan menutupi bagian dirinya yang tidak ingin dia singkap.. dan aku tidak akan melakukan tindakan buruk sehingga menyebabkan keretakan hubungan.” (disebutkan Ibnul Qayyim dalam كتاب الجواب الكافي لمن سأل عن الدواء الشاف